IOT/M2M

Cara Membuat Alat Pendeteksi Hujan Berbasis Arduino dan Rain Sensor

Assalamualaikum.
Salam Sejahtera Untuk Kita Semua Sobat.

Akhir-akhir ini memang sudah memasuki musim hujan. Nah repotnya kalau hujan turun mendadak. Misalnya sedang menjemur baju, eh mendadak hujan turun, wah berabe deh hehehe

 

Komponen yang perlu kita persiapkan yakni:

- 1 buah Arduino (bisa UNO, MINI, NANO, MEGA, dll)

- 1 buah LCD 16×2

- 1 buah Potensio 10K

- 1 buah Rain Sensor/ Sensor Hujan

- Software Arduino IDE (Jika belum punya, maka download Di Sini)

- Library LiquidCrystal.h (Jika belum punya, bisa download Di Sini)

- Dan cara menambah library Arduino bisa dibaca Di Sini

- 1 buah Buzzer

- Kabel jumper secukupnya

 

Keterangan Rangkaian :

 

- Bisa Menggunakan Segala Jenis Arduino (UNO, NANO, MEGA, MINI, dll), Tinggal cocokkan Saja Pin-Pin nya.

- Kaki RS LCD ===> pin 2 Arduino

- Kaki E LCD ===> pin 3 Arduino

- Kaki D1 LCD ===> pin 4 Arduino

- Kaki D2 LCD ===> pin 5 Arduino

- Kaki D3 LCD ===> pin 6 Arduino

- Kaki D4 LCD ===> pin 7 Arduino

- Kaki RW LCD ===> GND (Ground)

- Kaki VO LCD ===> Output Potensio

- Pin Outpun Rain Sensor ===> Pin A5 Arduino

- Pin Positif Buzzer ===> Pin 8 Arduino

 

Setelah itu, silahkan upload program seperti di bawah ini pada software Arduino IDE milik sobat:

 

/* -------------- ALAT PENDETEKSI HUJAN ----------------- *//* ----------- Dibuat oleh : Andhi Setya Hermawan------------ *//* ----------- www.andhimind.id----------- *//* ----------- ANDHIMIND----------- */

//Pemanggilan librai LCD#include

//Inialisasi pin lcdLiquidCrystal lcd(2, 3, 4, 5, 6, 7);//Inialisasi pin sensor hujanconst int pinHujan = A5;//Inialisasi pin buzzerconst int pinBuzzer = 8;//Deklarasi variable data pembacaan sensor hujanint data;

void setup(){ //Inialisasi jumlah baris dan kolom lcd lcd.begin(16, 2); //Inialisasi status I/O pinMode(pinHujan, INPUT); pinMode(pinBuzzer, OUTPUT); //Menghapus tulisan lcd lcd.clear(); //Menuliskan kata pada lcd lcd.setCursor(0, 0); lcd.print("Alateteksi"); lcd.setCursor(0, 1); lcd.print("Hujan."); delay(3000);}

void loop(){ //Variabel data adalah hasil pembacaan pin sensor hujan data = analogRead(pinHujan);

//Range output sensor berkisar 0 sampai 1023 //Hujan terdeteksi //Saat output sensor berniali <= 500 if (data <= 500) { //Alarm dibunyikan digitalWrite(pinBuzzer, HIGH); delay(500); digitalWrite(pinBuzzer, LOW); delay(500);

//Menulis pada lcd bahwa hujan telah turun lcd.clear(); lcd.setCursor(0, 0); lcd.print("Waspada lcd.setCursor(0, 1); lcd.print("Hujann ... !"); }

//Jika hujan tidak terdeteksi atau nilai data di atas 500 else { lcd.clear(); lcd.setCursor(0, 0); lcd.print("Hujan lcd.setCursor(0, 1); lcd.print("Belumn ..."); delay(300); }}

 

Sedikit penjelasan dari program di atas yakni:

//Range output sensor berkisar 0 sampai 1023 //Hujan terdeteksi //Saat output sensor berniali <= 500 if (data <= 500) { //Alarm dibunyikan digitalWrite(pinBuzzer, HIGH); delay(500); digitalWrite(pinBuzzer, LOW); delay(500);

//Menulis pada lcd bahwa hujan telah turun lcd.clear(); lcd.setCursor(0, 0); lcd.print("Waspada lcd.setCursor(0, 1); lcd.print("Hujann ... !"); }

//Jika hujan tidak terdeteksi atau nilai data di atas 500 else { lcd.clear(); lcd.setCursor(0, 0); lcd.print("Hujan lcd.setCursor(0, 1); lcd.print("Belumn ..."); delay(300); }}

 

Alat ini bertugas untuk mengingatkan kita kala hujan mulai turun. Jadi semisal hujan mulai turun berupa gerimis rintik-rintik, maka air akan mengenai permukaan sensor dan alarm berupa buzzer pun akan berbunyi sebagai pengingatnya.

 

Mirip saat kita “Mencoding” program untuk mendeteksi ketinggian air, program kali ini juga bermaksud untuk membaca tegangan analog dari output sensor. Tegangan ini sudah disetting oleh pabrikan sensor yaitu berkisar antara 0v – 5v. Nah data ini akan dicacah oleh Arduino menjadi 1024 bagian, yakni mulai dari 0 sampai dengan 1023.

 

Nah sifat dari sensor ini yakni ada dua output, yang satu tipe digital (HIGH-LOW), dan yang satunya lagi bertipe analog (0-1023). Nah kali ini yang Konekthing pakai adalah yang tipe analog. Dalam tipe data analog, semakin banyak air yang jatuh di atas sensor, maka nilai output data nya akan semakin kecil.

 

Pada program yang Konekthing buat ini, Konekthing setting agar alarm berupa buzzer tersebut menyala saat nilai data analog lebih kecil atau sama dengan 500 (<= 500). Jadi saat ada tetesan air yang menetes di atas sensor, maka alarm pun berbunyi.

 

Nah kita bisa mensetting sensitifitas dari sensor ini lewat program di atas. Bisa saja nilai <=500 nya sobat ganti semisal dengan <=900. Nah saat sensor disetting sedemikian rupa, maka sensor akan semakin sensitif oleh tetesan air. Makin tinggi nilai yang diatur, maka makin sensitif pula pembacaan sensor terhadap tetesan air, demikian pula sebaliknya.

 

Nah demikianlah tutorial singkat tentang bagaimana cara membuat alat untuk mendeteksi hujan berbasis Arduino.

Jika ada yang kurang jelas ataupun kurang faham, silahkan ditanyakan lewat kontak form web sob.

 

Salam Teknologi … Salam Arduino …

Wassalamualaikum.



Share to :

Related Posts

Apa Internet of Things (IOT) itu?

Biasanya dalam kehidupan sehari-hari kita, saat bangun tidur. ketika makan,...

Apa itu sensor cahaya?  

Sensor cahaya adalah komponen elektronika yang dapat mengubah besaran elektrik pada saat...

Peralatan elektronik di kehidupan kita sudah menjadi sahabat yang menemani aktivitas kita sehari-hari. Seringnya penggunaan...

Categories

Search Result: